Cara Memilih Pompa Air

Posted on

Bagaimana memilih pompa air yang tepat?

Cara memilih pompa air – Kedalaman sumur bor ataupun sumur gali, memiliki permukaan air yg berbeda- beda. Untuk itu diperlukan jenis Pompa Air yang tepat agar air dapat mengalir dengan lancar.


Cara Memilih Pompa Air

Berikut adalah tips cara memilih pompa air :

  • Ukur Jarak antara Permukaan Air dengan Permukaan Tanah. Ketahui jarak permukaan air dengan tanah menggunakan benang yang diberi pemberat atau pipa jika sumur tidak terlalu dalam. Masukkan ke dalam sumur untuk mengetahui kedalaman sumur, lalu angkat dan lihatlah berapa meter jarak antara ujung pipa sampai bagian bawah yang basah pada benang atau pipa yang tercelup air. Dengan mengetahui jarak permukaan air dengan permukaan tanah, maka akan memudahkan kita untuk menentukan daya hisap pompa air.

  • Ukur Jarak antara Permukaan tanah sampai Pompa Air. Daya hisap pompa adalah selisih antara jarak pertama dengan yang kedua, berikut saya ilustrasikan dengan gambar.

Untuk sumur gali, rencanakan letak pemasangan pompa air pada kedalaman yang sesuai agar pipa hisap pompa tidak terlalu jauh dengan sumber air. Untuk sumur bor tentunya Pompa Air tidak bisa masuk ke dalam sumur dan hanya diletakkan di permukaan saja. Namun untuk sumur gali, Pompa Air bisa di letakkan di dalam sumur. Perkirakan letak Pompa Air dari permukaan air. Biasanya disaat musim hujan air akan naik dan waktu musim kemarau air turun, jangan sampai pompa air terendam saat permukaan air naik.

  • Lihat Voltase Listrik Rumah Anda. Pompa Air memiliki voltase yang berbeda-beda. Untuk itu perhatikan voltase listrik di rumah anda dan peralatan listrik yang ada dirumah untuk menentukan daya pompa air yang sesuai dengan kelistrikan agar listrik tidak mati saat pompa dinyalakan. Perlu diingat saat start pompa selalu ± 1,5 – 2 kali daya normalnya. Pada label spesifikasi biasanya tertulis input dan output. Misalnya input (daya pada start pertama yang berlangsung dalam beberapa detik) = 100 watt berarti konsumsi listrik saat start 1,5 – 2 kali dari itu, sedangkan output = 0,25 kW (konsumsi listrik dengan beban) berarti konsumsi listriknya 250 watt. Bila rumah anda berdaya 900 watt, anda dapat menggunakan pompa hingga 375 Watt, tetapi mungkin perlu dipertimbangkan untuk meningkatkan daya listrik anda 1300 watt, karena bila digabung dengan perangkat listrik dan elektronik lainnya bisa jadi kurang. Yang perlu diperhatikan bila anda memilih menggunakan pompa berdaya > 500 watt. Karena khusus untuk tipe ini daya listrik yang diperlukan pada saat start adalah 3 kali daya normal, sehingga menjadi 1500 watt.

  • Menentukan tipe Pompa Air. Lihat Spesifikasi Daya Hisap dan Daya Dorong Pompa Air. Untuk Pompa Air tipe biasa, biasanya memiliki daya hisap maksimum 9 m, namun pada faktanya daya efektifnya hanya pada kedalaman 7m saja. Kemudian Pompa Air tipe semi Jetpump memiliki daya hisap maksimum sampai 11 m, efektifnya pada 7-9m . Tipe Pompa Air Jet Pump Memiliki daya hisap 15m – 30m. Untuk kedalaman diatas 30 meter saya sarankan menggunakan pompa celup ( submersible pump) tipe pompa ini cocok untuk sumur bor dalam lebih dari 30 meter. Daya dorong pompa tipe ini bisa lebih dari 50m, pemasangannya dengan cara di celupkan ke dalam sumur.

Daya dorong Pompa Air adalah jarak antara pompa air dengan bak penampungan. Jarak secara vertikal pengaruhnya tidak terlalu signifikan.

Itu tadi adalah beberapa poin yang perlu diperhatukan dalam memilih pompa air, semoga bermanfaat.
Baca juga: masalah yang sering dialami pompa

 

Gravatar Image
MELAYANI PEMBUATAN SUMUR BOR, SUMUR GALI, SEDOT WC, SEPTICKTANK, PERESAPAN, SERVICE POMPA AIR, KURAS SUMUR, PENANGKAL PETIR, LEDENG, DLL